4 Tips Sukses Memulai Bisnis Penyewaan Bus Pariwisata

Bisnis penyewaan bus pariwisata menjadi peluang usaha yang cukup menjajikan saat ini. Di era modernisasi ini orang – orang lebih memilih menyewa bus untuk bepergian karena memberikan beberapa keuntungan. Selain dianggap paling murah, rekreasi menggunakan bus pariwisata juga lebih praktis karena mereka tidak perlu berpindah – pindah dari satu transportasi ke transportasi lainnya untuk mencapai tempat yang dituju. Maka, tak jarang wisatawan yang berencana mengunjungi tempat – tempat rekreasi memilih untuk pergi bersama rombongan dan memesan bus pariwisata.

Dengan memanfaatkan peluang – peluang tersebut, Anda bisa mengelola atau bahkan memulai untuk menjalani bisnis penyewaan bus pariwisata. Memang dibutuhkan modal yang cukup besar untuk memulainya karena harga satuan bus yang harus disediakan memiliki harga yang relatif mahal. Selain modal, Anda juga perlu membangun strategi supaya model bisnis ini dapat dijalankan dengan baik.

4 Tips Sukses Memulai Bisnis Penyewaan Bus Pariwisata

Tips Untuk Memulai Bisnis Penyewaan Bus Pariwisata Yang Sukses

1. Riset Konsumen

Hal yang paling penting sebelum memulai bisnis ini adalah mencari tahu bagaimana kemampuan (boleh dibilang daya beli) konsumen yang dijadikan segmen. Ini berkaitan dengan biaya operasional yang akan dikeluarkan. Jangan sampai keuntungan yang diperoleh dari konsumen tidak dapat menutupi biaya yang telah dikeluarkan. Kalau hal seperti ini sampai terjadi, maka bukan keuntungan lagi yang didapat, tetapi bisa – bisa bisnis Anda berujung pada keugian.

Jika Anda menargetkan kelompok konsumen dengan kondisi ekonomi menengah ke atas, gunakanlah armada yang memiliki fasilitas yang lengkap seperti AC, TV, Wifi, atau perangkat untuk karaoke bila diperlukan. Konsumen dengan kelas ekonomi ini bersedia membayar biaya sewa bus dengan harga yang mahal. Oleh karena itu, Anda perlu memperhatikan kenyamanan mereka. Namun jika konsumen yang Anda sasar justru berada di kelas ekonomi bawah, tentunya Anda harus selektif menyediakan armada. Jangan sampai bayaran yang mereka berikan tak sebanding dengan fasilitas yang Anda sediakan. Untuk melayani tipe konsumen seperti ini, Anda bisa menawarkan bus kelas ekonomi dengan konfigurasi bangku 2-3.

2. Kenali Pesaing Anda

Dalam dunia bisnis, persaingan memang tidak mungkin dihindari. Apalagi bisnis penyewaan bus pariwisata yang mampu menyasar konsumen dari golongan menengah ke bawah hingga kelas atas. Kita ambil contoh untuk layanan sewa bus pariwisata Jakarta, di kota ini saja sudah begitu ketat persaingannya. Oleh karena itu, Anda harus bisa mengenali karakteristik pesaing Anda. Cermati dan belajarlah dari mereka, terlebih pesaing yang telah memulai bisnisnya jauh lebih dulu dari Anda. Perhatikanlah cara mereka mengelola bisnis ini, jika terdapat keunggulan, adopsilah ke dalam manajemen bisnis Anda. Namun, jika pesaing tersebut memiliki kekurangan dan kesalahan, pelajarilah dengan seksama supaya bisnis yang Anda jalani tidak melakukan kesalahan yang sama.

3. Mengelola Tenaga Keja Profesional

Setiap wisatawan tentunya tidak hanya membutuhkan harga yang sesuai dan kenyamanan saja. Tetapi mereka juga menginginkan pelayanan yang baik dan keramahan dari Sumber Daya Manusia (SDM) yang Anda pekerjakan. Maka, selektiflah dalam merekrut pekerja, terutama supir. Carilah supir yang berpengalaman dan memiliki pengetahuan yang cukup tentang rute dan kondisi perjalanan. Utamakan supir yang ramah dan tidak ugal – ugalan saat mengemudikan bus. Hal ini sangat penting untuk diperhatikan karena menyangkut nama baik perusahaan. Pastinya Anda tidak mau nama perusahaan menjadi buruk karena kesalahan para pekerja. Oleh karena itu, lakukan pengelolaan SDM dengan baik.

4. Pemasaran

Tahap ini merupakan tahap yang paling menentukan keberlangsungan bisnis Anda. Pemasaran merupakan suatu strategi atau cara untuk melakukan promosi dan memperkenalkan bisnis penyewaan bus pariwisata kepada calon konsumen. Cara seperti ini dapat dilakukan dengan omongan dari mulut ke mulut atau memasang iklan pada media online seperti web, blog, atau media sosial.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *